Dalam pelatihan yang dilakukan, para peserta dibimbing untuk mengenali sumber potensi kebakaran, seperti instalasi listrik yang tidak aman, penggunaan bahan bakar berbahaya di area sempit, serta kebiasaan memasak yang berisiko.
Selain itu, mereka juga dilatih bagaimana menghadapi situasi darurat secara tenang dan terorganisir, termasuk menggunakan alat pemadam kebakaran secara tepat guna.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, Archipelago menyumbangkan alat pemadam api kepada warga. Donasi ini bukan sekadar aksi simbolis, melainkan langkah nyata untuk mendukung terbentuknya sistem pencegahan kebakaran dengan berbasis komunitas.
Alat pemadam yang diberikan diharapkan menjadi alat pertolongan pertama yang dapat diakses dengan cepat ketika terjadi kebakaran kecil sehingga dapat mencegah terjadinya bencana besar.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Archipelago. Lebih dari sekedar pelaku industri perhotelan, Archipelago memposisikan diri sebagai mitra yang peduli terhadap lingkungan sosial dan ingin tumbuh bersama komunitas dimanapun mereka berada.
Kalimantanlive.com/berbagai sumberÂ







