Ruben Amorim: Membangun Kembali Manchester United dari Dasar

Dari Waswas ke Optimisme

Amorim tak menutupi beban mental musim lalu. “Bagian tersulit bukan setelah kalah, tapi sebelum pertandingan — karena saya tahu kami akan kesulitan,” kenangnya.

Kini, ia mengaku lebih matang dan tenang. Ia juga belajar tak terlalu romantis, namun tetap membangun optimisme untuk menjadikan tim lebih baik, termasuk dirinya sebagai manajer.

BACA JUGA: Manchester United Serius Incar Benjamin Sesko dari RB Leipzig

Keputusan Tegas dan Filosofi Baru

Empat pemain — Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Tyrell Malacia, dan Antony — tak dibawa dalam tur pramusim. Bukan karena buruk, melainkan karena mereka ingin mencari tantangan baru.

“Jika mereka tetap di sini setelah bursa transfer, kami akan memperlakukan mereka dengan adil. Tapi saya sekarang fokus pada yang bertahan,” tegasnya.

Amorim menekankan pentingnya karakter dan kesesuaian filosofi. Ia bahkan rela melewatkan striker favoritnya, Viktor Gyokeres, jika sang pemain tak menunjukkan ketertarikan pada proyek United.

Proyek Jangka Panjang

Dengan tak adanya kompetisi Eropa musim ini, Amorim ingin skuad yang ramping, efisien, dan memberi ruang untuk pemain akademi.