JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Langit Seville, Spanyol, menjadi saksi momen bersejarah: pesawat angkut militer jumbo Airbus A400M milik Indonesia akhirnya resmi melakukan tes terbang perdana! Pesawat supercanggih ini adalah bagian dari pemesanan Kementerian Pertahanan saat masih dipimpin oleh Prabowo Subianto pada tahun 2021 lalu.
Dalam cuplikan video yang diunggah Airbus Defence di Instagram, pesawat bernomor seri A4M148 itu tampak bermanuver dengan anggun, lengkap dengan lambang negara, tulisan “TNI ANGKATAN UDARA,” dan bendera Merah Putih di bodinya.
# Baca Juga :Gubernur H. Muhidin Pastikan Asesmen Pejabat Pemprov Kalsel Digelar di Dinas Psikologi TNI AU
# Baca Juga :4 Fakta Jatuhnya Pesawat TNI AU Super Tucano di Pasuruan, dari Tabrak Awan hingga 4 Perwira Gugur
# Baca Juga :Diduga Dibakar Hidup-hidup, Anak Pamen TNI AU Tewas Mengenaskan dengan Jumlah Luka Bacok
# Baca Juga :Wali Kota Banjarbaru Tandatangani Kesepakatan dengan Pengadilan Tinggi dan TNI AU
“Pesawat telah melakukan manuver validasi untuk mengevaluasi sistem utama dan stabilitas kendali,” tulis Airbus dalam unggahan resminya.
Selain itu, Airbus juga mengungkap bahwa unit kedua A400M untuk TNI AU kini tengah menjalani tahap pengujian lanjutan sebelum masuk ke sesi pengecatan akhir.
Pesawat Militer Multifungsi: Tanker, Angkut Truk, Hingga Evakuasi Bencana
Airbus A400M bukan sembarang pesawat. Dengan kemampuan mengangkut muatan besar seperti truk bahan bakar, ekskavator, hingga logistik medis dan makanan, pesawat ini didesain untuk misi darurat dan bencana. Termasuk misi seperti penanganan gempa dan tsunami seperti yang terjadi di Palu, 2018.
Keunggulan lainnya:
Mampu terbang rendah dan cepat
Bisa mengisi bahan bakar pesawat lain di udara
Fleksibel sebagai pesawat tanker atau pesawat angkut berat
Cocok untuk landasan pendek dan rusak
Pengiriman unit pertama A400M untuk Indonesia dijadwalkan rampung akhir 2025, dan siap memperkuat armada TNI AU dalam berbagai skenario strategis.
Tak kalah menarik, sebuah temuan dari Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, turut mencuri perhatian publik. Tim Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menemukan Xenodermus javanicus, ular eksotis langka yang dijuluki “naga Jawa.”
Berwarna hitam keabu-abuan dengan sisik unik menyerupai makhluk mitologi, ular ini ditemukan di ketinggian 1.291 mdpl, dan dikenal sebagai penunggu mistis kawasan pegunungan yang sarat sejarah kolonialisme.







