Pembangunan Kawasan Perdesaan Jadi Sorotan, Anggota DPRD Kalteng Berharap Tahun 2026 Berjalan Merata dan Tepat Sasaran

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Pembangunan untuk kawasan perdesaan di Provinsi Kalimantan Tengah masih terkesan hanya difokuskan diperkotaan.

Ini mengakibatkan, terjadi ketimpangan pembangunan untuk daerah pelosok atau perdesaan yang selama ini pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasarnya masih minim.

Dalam program pembangunan yang akan di jalankan di Provinsi Kalteng untuk tahun 2026 sudah selayaknya program pembangunan antara kawasan perdesaan dan perkotaan berimbang.

Hal itu menjadi sorotan, Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menekankan bahwa setiap program pembangunan harus dijalankan secara merata dan tepat sasaran.

Ini, secara khusus untuk wilayah pedesaan atau pelosok yang selama ini masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakatnya.

Baca Juga :Gelar Rapat Paripurna ke 16 Masa Sidang III, DPRD Kalteng Bahas Hasil Pansus dan RPJMD 2025-2029

Dia menilai selama ini terkesan pembangunan hanya terfokus untuk kawasan perkotaan saja sehingga daerah pelosok tidak menjadi daerah yang dipriositaskan dalam pembangunan.

Purdiono mengungkapkan, dalam pembangian kue pembangunan jangan hanya pembangunan terpusat di daerah perkotaan saja tetapi harus berimbang.

Baca Juga :Anggota DPRD Kalteng Dorong Program Bedah Rumah Jadi Prioritas Rencana Pembangunan Daerah

“Pembangunan kawasan perdesaan justru harus menjadi area yang paling diperhatian untuk pembangunan infrastruktur maupun pelayanan dasarnya,” ujarnya, keamrin.

Dikatakan dia, program pembangunan yang mulai dilaksanakan Gubernur Kalteng sudah direncanakan akan mulai dijalankan pada 2026 mendatang.

Tentu kata dia, DPRD Kalteng menyetujui rencana pembangunan tersebut, namun tentunya dengan catatan pelaksanaannya harus realistis dan disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Menurut dia, target pembangunan yang akan dilaksanakan tersebut saat ini sekarang masih dalam tahap proyeksi.

“Nah ini tentunya bisa saja nantinya akan mengalami perubahan disesuaikan dengan perkembangan kondisi daerah ke depan,” katanya.

Bersamaan itu juga kata dia, dalam mendukung pembiayaan pembangunan tersebut, dia mendorong adanya inovasi untuk menggali sumber Pendapatan Asli Daerah Provinsi Kalteng atau PAD Kalteng tersebut.