Sementara itu, kedua negara juga saling menyalahkan atas eskalasi konflik:
Kamboja menuduh Thailand melakukan serangan udara dan menjatuhkan bom di jalan-jalan wilayahnya.
Thailand menyatakan Kamboja telah menanam ranjau darat baru, yang melukai seorang prajurit dan memicu pengerahan jet tempur F-16 sebagai respons.
Konflik Berakar di Sengketa Kuil Kuno
Pusat konflik berada di sekitar kuil kuno Ta Moan Thom, yang terletak di perbatasan Provinsi Surin, Thailand, dan diklaim kedua negara sebagai bagian dari wilayahnya. Sengketa ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan kerap menjadi pemicu ketegangan militer.
Peran Malaysia, China, AS dalam Bayang-Bayang
Malaysia, yang menjadi tuan rumah sekaligus mediator utama, kembali memainkan peran penting setelah sebelumnya membantu memfasilitasi gencatan senjata. PM Anwar Ibrahim, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN, disebut menjadi figur krusial dalam mendorong proses damai.
Dari sisi internasional, Amerika Serikat dan China terus memantau perkembangan. Bahkan, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan menghentikan perundingan dagang dengan kedua negara jika konflik terus berlanjut.
Ancaman Konflik Berkepanjangan?
Dengan masih terjadinya saling tuding pelanggaran, nasib gencatan senjata kini berada di ujung tanduk. Jika tidak ada kompromi dalam pertemuan tingkat menteri pekan ini, Asia Tenggara berpotensi menghadapi salah satu eskalasi militer terbesar dalam sejarah modernnya.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







