“Enam kejadian karhutla sudah tercatat, namun semuanya masih dalam skala kecil dan berhasil dikendalikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau tahun ini diprediksi serupa dengan tahun lalu, yakni kemarau basah yang masih disertai hujan ringan.
BACA JUGA: DPRD Balangan Dukung Pengetatan Proses Pindah Domisili Demi Keadilan Penerima Program Pemda
Kondisi tersebut diharapkan dapat menekan potensi karhutla lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
“Potensi titik panas sejauh ini masih di bawah angka tahun lalu. Semoga kondisi ini terus membaik,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmi turut mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, pada musim kemarau, potensi api meluas sangat besar dan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan secara masif.
“Kami minta dukungan semua pihak. Jangan melakukan pembakaran. Keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)







