“Sasaran awal kita memang dari lingkungan sekolah karena lebih mudah mengenalkan literasi kepada generasi muda. Namun, ke depan, targetnya adalah meningkatkan minat baca masyarakat secara umum,” katanya.
Ratih Ayuningrum, M.Pd, selaku penulis buku dan narasumber, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan Dispersip Kotabaru.
“Saya berterima kasih kepada Dispersip yang telah memberikan ruang apresiasi. Buku ini berisi delapan cerpen yang terinspirasi dari pengalaman, hasil observasi, hingga imajinasi. Semoga ini dapat memotivasi penulis muda untuk terus berkarya,” tutur Ratih.
Sementara itu, Bupati Kotabaru yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Zainal Arifin, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kebiasaan membaca.
“Teknologi informasi membawa kemudahan, namun juga membuat sebagian aktivitas membaca dan menulis berkurang. Kita harus bijak memanfaatkannya agar sisi positif lebih dominan. Literasi tetap harus menjadi prioritas untuk membangun masyarakat yang cerdas,” tegasnya.







