Misteri 9/11 Terkuak Lagi! 3 Korban Baru Teridentifikasi Setelah 24 Tahun, Salah Satunya Penumpang Pesawat Naas

KALIMANTANLIVE.COM – Hampir seperempat abad berlalu sejak tragedi paling kelam di Amerika Serikat, serangan teroris 11 September 2001, tiga korban baru akhirnya berhasil diidentifikasi berkat kemajuan teknologi DNA. Salah satunya adalah penumpang pesawat American Airlines yang hancur menabrak Menara Utara World Trade Center (WTC).

Kepala pemeriksa medis New York, Dr. Jason Graham, mengumumkan temuan ini pada Kamis (7/8/2025). Dengan penemuan ini, jumlah korban yang berhasil diidentifikasi kini mencapai 1.653 orang dari total 2.753 jiwa yang meninggal dunia di WTC.

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Panglima TNI Guncang Struktur Militer, 44 Perwira Dimutasi, Posisi Wakil Panglima Masih Misterius!

# Baca Juga :Skutik Listrik Raksasa TVS M1-S Siap Menggebrak Pasar, Torsi Monster 254 Nm dan Jangkauan 100 Km!

# Baca Juga :RESMI! Inigo Martinez Tinggalkan Barcelona Demi Al Nassr, Treble Winner Blaugrana Hijrah ke Liga Arab!

# Baca Juga :Skandal Hukum Terbesar di Australia! 20 Tahun Dipenjara Tanpa Salah, Ibu Ini Tolak Kompensasi Rp 21 Miliar!

Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Barbara Keating (72), seorang pensiunan advokat disabilitas dan pekerja gereja asal Palm Springs, California. Pada hari naas itu, ia menumpang penerbangan American Airlines 11 dari Boston ke Los Angeles yang dibajak dan menabrak Menara Utara pukul 08.46 pagi waktu setempat.

Kisah Tragis di Balik Tiket Pesawat

Yang memilukan, Keating awalnya tidak dijadwalkan terbang hari itu. Ia memutuskan pulang lebih cepat karena putrinya mengalami kecelakaan ringan. Keputusan itu menjadi momen terakhirnya, meninggalkan “lubang besar” di komunitas gereja tempatnya mengabdi.

Korban kedua adalah Ryan Fitzgerald (26), pedagang mata uang asing yang bekerja di lantai 94 Menara Selatan. Ia tewas saat penerbangan United Airlines 175 menabrak gedung pukul 09.03 pagi.

Korban ketiga adalah seorang wanita muda yang identitasnya dirahasiakan demi privasi keluarga.

Peran Teknologi DNA Modern

Kemajuan forensik memungkinkan ekstraksi DNA dari fragmen tulang yang disimpan selama puluhan tahun. Tim forensik memanfaatkan sampel DNA keluarga korban, termasuk saudara Keating yang memberikan sampel tiga tahun lalu setelah penemuan sikat rambut milik sang ibu.

Dr. Graham menegaskan, 22.000 potongan tubuh dari reruntuhan WTC masih disimpan, dengan 1.100 korban belum teridentifikasi. Proses ini disebut akan terus berjalan hingga semua korban ditemukan.