MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Ketua KPU Barito Utara Siska Dewi Lestari telah memutuskan secara sah hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 Agustus 2025 yang lalu di gedung Balai Antang Muara Teweh, sekitar pukul 17.20 WIB (9/8/2025).
Hasil rekapitulasi ini resmi disahkan setelah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se – Barito Utara membacakan hasil rekap dikecamatannya masing-masing dengan disaksikan secara langsung oleh Saksi kedua Paslon dan Bawaslu Barito Utara.
Dari hasil rekapitulasi tersebut didapatkan jumlah suara untuk Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Shalahuddin dan Felix Sonadie sebanyak 40.400 suara, terpaut jauh dari pasangan Jimmy Carter dan Indriaty Karawaheni yang mendapatkan suara sebanyak 36.989.
Maka suara terbanyak telah diraih oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Shalahuddin dan Felix Sonadie dengan selisih suara sebanyak 3.411 dari rivalnya Jimmy – Inri.
Angka lainnya yang muncul dalam pleno dan dapat menjadi perhatian adalah jumlah kertas surat suara yang tidak digunakan termasuk sisa surat suara cadangan yang jumlahnya dapat dikategorikan sangat banyak, yakni mencapai 39.161 kertas suara.
Hal tersebut dapat menjadi indikator keikutsertaan pemilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) ini, meskipun diakui segala sosialisasi dan motivasi gencar dilakukan KPU Barito Utara termasuk Pemkab Barut yang jauh sebelum PSU mendorong partisipasi pemilih.
Dari catatan yang ada, jumlah DPT untuk Pemungutan Suara Ulang bagian II ini berjumlah sebanyak 114.980 calon pemilih, dan terbanyak ada di Kabupaten Barito Utara sebanyak 42.980 DPT.
Pada closing statment yang disampaikan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Dr. Idham Holik, ia menyampaikan tahapan rekapitulasi ini bukanlah tahapan akhir, masih ada tahapan seperti Penyelesaian Pelanggaran dan Perselisihan Hasil Pilkada hingga pengusulan Pelantikan Kepala Daerah.
Holik melihat pula sudah mulai terbangun dan terjaganya proses demokratisasi di Barito Utara, dimana kedewasaan dimasing-masing pihak telah tumbuh, tercermin dari dapat mengedepankan etika dan aturan.
“Sedikit dinamika itu adalah hal wajar,” tambah Holik.
Terakhir, secara khusus Holik mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara, Forkopimda, Polres Barito Utara dan Kodim 1013 Muara Teweh yang telah memback up penyelenggaraan ini hingga semuanya berjalan dengan lancar.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor







