BREAKING! Mahasiswa Baru UTM Diculik & Dianiaya Senior Gara-Gara Protes Dugaan Pungli Saat Ospek

BANGKALAN, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia pendidikan kembali tercoreng! Seorang mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinisial MM (18) asal Kabupaten Sumenep, menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oleh seniornya sendiri. Insiden ini diduga dipicu keberaniannya memprotes dugaan pungutan liar (pungli) saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Menurut penuturan M. Sultan Fuadi, paman korban, kericuhan bermula pada Selasa, 5 Agustus 2025, ketika MM bersama puluhan mahasiswa baru mempertanyakan iuran perlengkapan yang dianggap tidak wajar. Protes itu menyoroti oknum Liaison Officer (LO) yang diduga memungut biaya tambahan secara ilegal.

# Baca Juga :HEBOH di Bekasi! ART Diam-Diam Rekam Majikan Bugil, Ternyata Disuruh Pacar karena Dendam Cinta

# Baca Juga :Debut Panas! Darwin Nunez Langsung Borong Gol Perdana untuk Al Hilal

# Baca Juga :Bongkar Fakta! Jarak Tempuh Mobil Listrik Jauh dari Klaim, BYD, Tesla, hingga Kia Ternyata “Penipuan”

# Baca Juga :Kantor Desa di Lumajang Dibobol, Motor Mahasiswa Raib, 1.000 Lebih Peserta KKN Dipulangkan Mendadak

“Keponakan saya sempat adu mulut dengan panitia berinisial MF. Sejak itu, ia dianggap merusak acara yang sudah disusun,” ungkap Sultan, Senin (11/8/2025).

Namun, ketegangan berlanjut hingga keesokan harinya, Rabu, 6 Agustus 2025. Saat pulang ke rumah kos usai PKKMB, MM diculik oleh sejumlah orang di area kampus menggunakan mobil. Ia kemudian dibawa ke sebuah rumah indekos dekat UTM.

Di lokasi itulah, MM dipaksa menandatangani surat pernyataan oleh MF. Tak berhenti di situ, korban dianiaya oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka serius di wajah dan kepala bocor. Ironisnya, MF disebut berada di tempat kejadian tanpa berusaha melerai.

“Yang lebih miris, MF justru ada di sana tapi tidak menghentikan aksi itu,” tegas Sultan.

Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Bangkalan, dengan nomor laporan STTLP/8/150/VB/2025/SPKT/Polres Bangkalan/Polda Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Rektor III UTM, Surokim, membantah pelaku penganiayaan adalah mahasiswa atau senior UTM. Namun, ia menegaskan pihak kampus akan menindak tegas jika terbukti ada kekerasan yang melibatkan civitas akademika.

“Kami tidak mentolerir tindak kekerasan di lingkungan kampus. Satgas akan bergerak jika ada bukti,” ujarnya.

News Feed