Tak hanya memberikan manfaat ekonomi, inovasi ini juga menumbuhkan rasa bangga pada warga desa. Mereka kini memahami bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar urusan kebersihan lingkungan, tetapi juga peluang emas untuk menciptakan sumber pendapatan baru.

Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif mereka, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan, hingga uji coba pakan pada kolam ikan milik mereka.
BACA JUGA: Kemenhub Restui Fasilitas Keselamatan Jalan Tanah Bumbu
Kepala Desa Sungai Cuka, H. Barhia, menyampaikan apresiasi penuh terhadap program ini, ia sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN-T ULM.
Program pembuatan pakan dari limbah ini sangat membantu masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan. Selain mengurangi limbah, masyarakat menjadi lebih mandiri dan hemat biaya.
“Harapan kami, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan menginspirasi desa-desa lain,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T ULM membuktikan bahwa ilmu pengetahuan jika dipadukan dengan kreativitas dan gotong royong dapat menjadi motor perubahan.







