Kantor Desa di Lumajang Dibobol, Motor Mahasiswa Raib, 1.000 Lebih Peserta KKN Dipulangkan Mendadak

KALIMANTANLIVE.COM – Suasana KKN yang awalnya penuh semangat di Lumajang mendadak berubah mencekam. Sebanyak 1.070 mahasiswa Universitas Jember (Unej) yang tengah mengabdi di 102 desa di wilayah tersebut dipulangkan lebih awal usai peristiwa pembobolan Kantor Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso.

Keputusan mendadak ini diambil oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej demi menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa. Padahal, program KKN kolaboratif yang dimulai 15 Juli itu seharusnya baru berakhir 20 Agustus 2025.

# Baca Juga :PLN Kasih Diskon Gila-Gilaan! Tambah Daya Listrik 50% Lebih Murah, Berlaku hingga 23 Agustus 2025

# Baca Juga :HEBOH di Bekasi! ART Diam-Diam Rekam Majikan Bugil, Ternyata Disuruh Pacar karena Dendam Cinta

# Baca Juga :Debut Panas! Darwin Nunez Langsung Borong Gol Perdana untuk Al Hilal

# Baca Juga :Bongkar Fakta! Jarak Tempuh Mobil Listrik Jauh dari Klaim, BYD, Tesla, hingga Kia Ternyata “Penipuan”

Tak hanya Unej, Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Sidiq Jember juga menarik mahasiswa mereka dari lokasi yang sama. Semua ini buntut dari aksi pencurian dua sepeda motor milik peserta KKN—satu dari Unej, satu dari UIN KHAS—yang terjadi di Kantor Desa pada Rabu dini hari, 6 Agustus 2025.

Kronologi Pembobolan Kantor Desa

Menurut keterangan Kepala Desa Alun-Alun, Dulhanan, pelaku awalnya berusaha masuk dengan menyiramkan cairan kimia pada pintu, namun gagal. Tak menyerah, mereka akhirnya menjebol jendela dapur dan berhasil masuk, lalu menggondol dua motor yang terparkir di dalam.

Salah satu korban, Ika Wahyu Rohmawati (mahasiswa UIN KHAS), mengaku kaget ketika dibangunkan warga sekitar.

“Aku tidur, kemudian tetangga membangunkan. Katanya kantor desa kebobolan, dan ternyata motorku sudah hilang,” ujarnya kepada detikJatim.

Dulhanan sendiri merasa kecewa lantaran sudah menyiapkan lokasi parkir aman bagi peserta KKN.

“Saya minta aparat segera menangkap pelakunya,” tegasnya.