CIANJUR, KALIMANTANLIVE.COM – Situs Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersiap memasuki babak baru sejarahnya. Rencana pemugaran situs purbakala ini membuat publik tercengang, pasalnya volume bangunannya diperkirakan tiga kali lipat lebih besar dari Candi Borobudur dengan ketinggian menjulang sekitar 100 meter!
Arkeolog Ali Akbar mengungkap, perbandingan biaya pemugaran Borobudur pada 1983 yang memakan waktu 10 tahun dan dana sekitar Rp 200 miliar, jika disesuaikan nilai uang saat ini, akan berlipat-lipat. Dan untuk Gunung Padang, nilainya bisa jauh lebih fantastis.
# Baca Juga :Viral Video Detik-detik Tongkang Batubara Hancurkan Belasan Rumah di Desa Keladan Candi Laras Utara
# Baca Juga :TERNYATA Candi Borobudur Tak Pernah Masuk dalam 7 Keajaiban Dunia, Versi Kuno atau Baru
# Baca Juga :Tiket Candi Borobudur Naik Jadi Rp 750.000 hingga Rp 1.443.000, Ini Tanggapan Pengelola
# Baca Juga :Ramah Disabilitas dan Lansia, Pengelola Candi Agung HSU Sediakan Kursi Roda
“Kalau Borobudur dipugar selama sepuluh tahun dengan biaya sekitar Rp 200 miliar pada 1983, maka jika disesuaikan dengan nilai sekarang, biayanya tentu berkali-kali lipat,” ujar Ali kepada Kompas.com, Minggu (10/8/2025).
Raksasa Megalitikum yang Menantang Waktu
Gunung Padang bukan sekadar situs biasa. Volume bangunannya diperkirakan tiga kali Borobudur dengan ketinggian hampir tiga kali lipat. Sebagai perbandingan:
Borobudur: Dimensi 123 x 123 meter, tinggi 35 meter.
Gunung Padang: Tinggi sekitar 100 meter, volume masif, dan luas areal yang menakjubkan.
Pemugarannya kini melibatkan 100 ahli lintas disiplin, mulai dari arkeolog, geolog, hingga pakar teknologi konservasi modern.
Tantangan Besar, Harapan Besar
Hingga kini, belum ada estimasi resmi biaya total pemugaran. Namun, dengan skala proyek sebesar ini, anggarannya diyakini akan menyentuh angka fenomenal.







