DPMPTSP Identifikasi Potensi dan Petakan Peluang Investasi Unggulan di Tabalong

Sementara, berdasarkan fakta di lapangan realisasi investasi menunjukkan penurunan signifikan dalam empat tahun terlalu dari Rp3,5 triliun pada 2021 menjadi Rp1,1 triliun pada 2024.

Penurunan ini tidak hanya berdampak pada penerimaan daerah, tetapi juga pada kesempatan kerja, pertumbuhan UMKM dan penguatan sektor riil.

Sedangkan faktor penyebab penurunan ini di antaranya, kajian proyek investasi siap ditawarkan yang komprehensif sehingga promosi potensi daerah belum optimal, persaingan ketat antar daerah dalam menarik investor, terutama di sektor unggulan serta keterbatasan koordinasi lintas sektor dalam mengawal peluang investasi hingga terealisasi.

“Kondisi ini menuntut kita untuk tidak lagi bekerja biasa-biasa saja. Kita memerlukan peta jalan yang jelas, berbasis data dan mengarah pada target terukur,” jelas Hamida.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memetakan peluang investasi yang akan disusun kajian studi kelayakan sebagai dasar pembuatan proyek investasi siap tawar.

“Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menyatukan visi, menyinkronkan data dan mengonsolidasikan langkah, sehingga investasi di Tabalong tidak hanya meningkat nilainya, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi masyarakat,” ajaknya.

Kalimantanlive.com/ A Hidayat