Sistem berbasis AI disebut memberi “skor risiko” pada pesan teks dan memicu alarm jika mendeteksi kata tertentu seperti senjata atau kemartiran.
Program ini disebut masih beroperasi di tengah konflik Gaza yang telah menewaskan lebih dari 61.250 warga Palestina, termasuk 18.000 anak. Microsoft mengklaim tidak memiliki informasi rinci mengenai isi data yang dikelola Unit 8200.
Sumber: Fajarharapan.id










