Tomy mengakui, memang selama ini BUMD Kalteng telah menyumbang PAD, tetapi serapanya masih minim, karena masih banyak potensi yang belum tergarap.
” Perlu pengelolaan yang profesional dan inovatif agar BUMD mampu menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan,” pintanya. (*)
Kalimantanlive.com / Pathur
EDITOR : Pathurrachaman







