“Di delapan kecamatan itu hampir semua titik rawan, namun yang paling kita perhatikan dan paling rawan adalah daerah yang memang kebanyakan merupakan lahan gambut, yaitu Kecamatan Lampihong dan Batu Mandi,” ujarnya.
Rahmi menambahkan, dalam beberapa hari terakhir sudah terjadi beberapa insiden kebakaran lahan, namun masih dalam skala yang terkendali.
BACA JUGA: Balangan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya
“Tidak luas, artinya pembakaran lahan itu memang terpantau,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan bahwa tingkat kekeringan di Balangan diperkirakan cukup tinggi, terutama memasuki pertengahan Agustus.
“Khususnya setelah tanggal 13–14 Agustus itu diperkirakan tidak ada hujan, sehingga tingkat kekeringan di musim kemarau akan lebih cepat memicu kebakaran,” jelasnya.
Dalam rakor tersebut, TNI dan Polri juga menegaskan dukungannya dalam pencegahan dan penanganan karhutla di Balangan. Dukungan ini akan diwujudkan melalui patroli bersama, sosialisasi larangan pembakaran lahan, dan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.
(Kalimantanlive.com/Kamil)







