Sementara, aspek penetapan status siaga darurat bencana ini terdapat 13 titik berpotensi rawan terjadi Karhutla dan titik panas atai hotspot.
“Pantauan titik panas atau hotspot terjadi peningkatan, sampai hari ini sudah 25 hotspot itu adalah gejala-gejala akan terjadinya kebakaran,” ungkap Haris.
Ditambahkannya, untuk saat ini selama tiga hari berturut-turut kondisi cuaca hujan dan tidak ditemukan terjadinya kebakaran lahan.
“Kami imbau kepada masyarakat terkait musim kemarau, buanglah puntung rokok pada tempatnya, artinya jangan sembarang, bijak dalam membuka lahan pertanian. Apabila terjadi kebakaran segera melapor kepada aparat desa, kecamatan, kemudian ke BPBD,” tambahnya.
Penetapan status siaga darurat bencana Karhutla ini pihaknya akan menunggu SK penetapan yang akan ditandatangani Bupati Tabalong.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat










