Kalimantanlive.com – BPJS Kesehatan mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan pembiayaan kesehatan, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia yang kini telah mencapai 28 juta jiwa.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (13/8), menyampaikan bahwa lansia merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal—yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan biaya besar.
“Pembiayaan penyakit katastropik pada 2024 mencapai sekitar Rp37 triliun. Jumlah ini akan terus meningkat jika kita tidak fokus pada pencegahan,” ujar Ghufron.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-80 RI, Indonesia Kirim 800 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Sebagai bentuk antisipasi, BPJS Kesehatan tengah menyiapkan berbagai program preventif, salah satunya adalah skrining kesehatan masif guna mendeteksi penyakit sejak dini dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
Langkah ini juga selaras dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dan dilaksanakan secara teknis oleh Kementerian Kesehatan. Program ini menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia.







