JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tengah mengupayakan terobosan besar di dunia pendidikan: kurikulum kesehatan dasar akan dijadikan mata pelajaran wajib di setiap sekolah.
Budi mengungkapkan, langkah ini ia dorong dengan membujuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, agar ide tersebut bisa segera diimplementasikan.
# Baca Juga :BREAKING! Polisi Bongkar Markas Sabu di Kalteng, 213 Paket Disembunyikan di Plafon Rumah!
# Baca Juga :KPK Bongkar Dugaan Skandal Kuota Haji 2024, Ratusan Agen Travel Diduga Terlibat Lobi Panas dengan Kemenag!
# Baca Juga :Geger! Motor Listrik Honda EM1 e: Didiskon Gila-Gilaan Rp 17 Juta, Kini Cuma Rp 22 Jutaan!
# Baca Juga :Masih Kerja? Saldo JHT BPJS Bisa Dicairkan, Mau Tahu Rahasianya?
“Kita sedang membujuk Pak Mendikdasmen agar menjadikannya kurikulum wajib,” ujar Budi di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (13/8/2025).
Isi Kurikulum: Dari Tanggap Bencana hingga Tegur Perokok
Budi menjelaskan, materi ini akan membekali siswa dengan keterampilan dasar saat menghadapi keadaan darurat, seperti gempa bumi, penanganan luka pada diri sendiri, menjaga kebersihan, hingga kemampuan menegur orang tua perokok terkait bahaya asap rokok.
“Tujuannya agar sejak dini setiap orang memahami pentingnya menjaga kesehatan,” tegasnya.
Sudah Dicicil Sejak 2023
Budi mengungkapkan, pendidikan kesehatan sebenarnya sudah mulai dijalankan Kemenkes sejak 2023, bekerja sama dengan Mendikbudristek kala itu, Nadiem Anwar Makarim.
Ia optimistis, jika kurikulum ini masuk ke sistem pendidikan formal, kesadaran kesehatan masyarakat akan meningkat drastis.
Promotif dan Preventif, Bukan Sekadar Kuratif
Di hadapan jajaran dinas kesehatan provinsi hingga kabupaten/kota, Budi menegaskan bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan tindakan promotif dan preventif, sedangkan mengobati hanya bersifat kuratif.
Ia mendorong semua pihak untuk terus mengampanyekan pola hidup sehat, melakukan skrining kesehatan, dan mencegah penyakit sebelum terjadi.







