BATULICIN, Kalimantanlive.com — semangat gotong royong. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama warga setempat bahu-membahu menanam 200 bibit mangrove di sepanjang bantaran pantai desa, Kamis (14/8/2025).
Aksi ini bukan sekadar penghijauan, melainkan langkah nyata melindungi desa dari ancaman abrasi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
BACA JUGA: Tanah Bumbu Tampilkan Produk Unggulan di Kalsel Expo dan Bumdes Expo 2025
Turut hadir Penyuluh Perikanan, Sri Narsih, yang memberikan arahan teknis penanaman agar bibit mangrove dapat tumbuh optimal.
“Penanaman mangrove ini sangat bagus untuk meningkatkan ekosistem pesisir, khususnya dalam menahan abrasi pantai. Melihat semangat mahasiswa dan masyarakat bergotong royong seperti ini sungguh membanggakan,” ujar Sri Narsih penuh apresiasi.
Kepala Desa Sungai Cuka, H. Barhia, juga menyampaikan rasa syukurnya. Baginya ini bukan sekadar menanam bibit, tetapi menanam harapan agar desanya tetap lestari, aman dari abrasi, dan makmur.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah warisan penting bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Mangrove dikenal memiliki peran vital: menahan gelombang, mencegah erosi, menjadi habitat biota laut, hingga mendukung perekonomian warga.










