Perdana Prabowo Bacakan Nota Keuangan & RAPBN 2026 Hari Ini, Publik Diminta Pantau Langsung!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Momen bersejarah terjadi hari ini, Jumat (15/8/2025). Untuk pertama kalinya sejak dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 di hadapan rapat paripurna DPR/MPR/DPD RI.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menyebut pidato perdana ini akan berlangsung dalam dua sesi.

# Baca Juga :Menkes: Tunjangan Dokter Spesialis di Daerah 3T Merupakan Gagasan Presiden Prabowo

# Baca Juga :Siapa Wakil Panglima TNI Pilihan Prabowo? Tiga Jenderal Bintang 4 Ini Masuk Bursa!

# Baca Juga :Presiden Peru Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Percepatan Ekspor Blueberry dan Delima

# Baca Juga :BREAKING! Istana Buka Suara Soal Kisruh Pati, Prabowo Angkat Bicara Desak Masalah Tuntas

Sesi pagi (09.00 WIB) – Presiden memaparkan capaian kinerja pemerintah selama hampir 300 hari atau 10 bulan memimpin.

Sesi siang (14.30 WIB) – Prabowo menyampaikan pengantar RAPBN 2026 sekaligus pidato Nota Keuangan.

Berdasarkan surat edaran Menteri Sekretaris Negara tertanggal 12 Agustus 2025, seluruh instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat diimbau menyimak pidato ini secara langsung melalui televisi, radio, atau kanal YouTube resmi.

“Semua lapisan masyarakat diminta menyaksikan siaran langsung kedua pidato Presiden,” tegas Hasan.

Kisi-Kisi RAPBN 2026: Program Prioritas Prabowo

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya telah melaporkan detail Nota Keuangan dan RAPBN 2026 kepada Presiden pada 22 Juli 2025. Laporan tersebut mencakup asumsi makro, defisit fiskal, dan daftar program prioritas, antara lain:

Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Sekolah Rakyat & Koperasi Desa Merah Putih

Pemeriksaan kesehatan gratis & perbaikan sekolah

Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD)

Ketahanan pangan & perbaikan infrastruktur

Pembangunan irigasi, bendungan, dan perluasan lahan pertanian

Prabowo memberi arahan agar penerimaan negara dimaksimalkan, belanja negara difokuskan pada program strategis, dan defisit fiskal dijaga agar tetap sehat.