Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa APBN 2026 dirancang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ia memaparkan dua tahap stimulus ekonomi yang telah diberikan: Rp33 triliun pada Januari 2025 dan Rp24,4 triliun pada Juni 2025.
Untuk melindungi rakyat dan mengantisipasi potensi PHK, pemerintah menyiapkan sejumlah program jaring pengaman sosial, seperti Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Indonesia Pintar, dan KIP Kuliah.
BACA JUGA: Rupiah Menguat, Didukung Inflasi AS yang Lebih Rendah dari Perkiraan
Pidato kenegaraan Presiden disampaikan dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Sidang dihadiri oleh 473 anggota DPR serta para menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan jajaran Kabinet Merah Putih.
Sumber: Antaranews







