Telegram menegaskan pihaknya menolak kekerasan dan penipuan, serta menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau konten publik dan menghapus jutaan pesan berbahaya setiap hari.
Namun, sejumlah pengamat menilai pembatasan ini juga dimaksudkan untuk mendorong migrasi pengguna ke aplikasi lokal, meski menuai kekhawatiran terkait potensi pemantauan aktivitas warga.
Sumber: Fajarharapan.id







