ANCHORAGE, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia menyorot tajam pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Meski suasana penuh senyum dan kehangatan, keduanya tetap gagal mencapai kesepakatan besar soal perang Ukraina.
Pertemuan yang digelar tertutup itu berlangsung cukup lama. Namun, ketika tampil dalam konferensi pers bersama, baik Trump maupun Putin memilih hanya berbicara singkat dan enggan menjawab pertanyaan wartawan.
# Baca Juga :Kuota Rumah Subsidi untuk Buruh Meledak Jadi 50 Ribu Unit, Ara: “Buruh Makin Dimanjakan!”
# Baca Juga :Solidaritas Membara! Anggota DPRD Kota Bogor Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Dengarkan Pidato Prabowo
# Baca Juga :Tambang Emas Tanzania Runtuh! 21 Pekerja Masih Terkurung, Presiden Turun Tangan Perintahkan Operasi Darurat 24 Jam
Senyum Lebar dan Jabat Tangan Hangat
Atmosfer awal pertemuan terasa seperti reuni sahabat lama. Trump dan Putin saling sapa dengan senyum lebar, berjabat tangan erat, bahkan saling menyentuh lengan. Reuters menyebut ekspresi Putin nyaris menyeringai saat menyapa Trump.
Padahal, Putin masih berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Ukraina. Namun, ia tetap disambut di tanah AS atas undangan resmi Trump.
Trump selama ini memang sering membanggakan kedekatannya dengan sang pemimpin Kremlin. Meski sebelumnya melontarkan ancaman keras terhadap Moskwa jika perang di Ukraina berlanjut, ancaman itu belum terbukti nyata.
Putin Langgar Tradisi, Trump Tetap Pujian
Momen unik muncul saat jumpa pers. Putin lebih dulu berbicara, mendahului tuan rumah. Langkah ini dinilai melanggar tradisi diplomatik internasional, di mana biasanya pemimpin AS membuka sambutan.
Putin menyebut negosiasi berlangsung dalam suasana “saling menghormati dan konstruktif”, sementara Trump menyebutnya “sangat produktif”.
Meski begitu, tidak ada kesepakatan besar yang dihasilkan, terutama soal Ukraina.
“Ada banyak poin yang kami sepakati, tetapi tujuan utama belum tercapai. Tidak ada kesepakatan sampai ada kesepakatan,” ujar Trump diplomatis.
Bahas Keamanan Ukraina, tapi Tanpa Titik Temu
Putin menegaskan pentingnya jaminan keamanan bagi Ukraina, bahkan mengklaim perang tak akan terjadi bila Trump menjabat pada 2022. Trump sendiri menuturkan akan segera menghubungi NATO, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan sejumlah pemimpin dunia terkait hasil pertemuan itu.
Namun, hingga kini tidak ada solusi konkret yang ditawarkan kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik.








