Program Batandik: Upaya SDN Tabing Siring Tabalong Lestarikan Tari Tradisional di Tengah Tantangan Zaman

Guru SDN Tabing Siring, Ibrahim menjelaskan, berdasarkan pengamatan, banyak peserta didik tidak mengetahui tari tradisional daerah, bahkan muncul anggapan bahwa menari hanya cocok untuk perempuan.

Anggapan keliru ini menutup ruang ekspresi bagi peserta didik laki-laki yang sesungguhnya memiliki potensi dalam bidang seni tari.

“Batandik ini sebagai simbol semangat untuk menghidupkan kembali denyut budaya daerah melalui langkah-langkah penuh makna para peserta didik,” jelasnya, Sabtu (16/8/2025).

Adapun program ini dilaksanakan setiap Sabtu setelah jam pelajaran selesai dan telah berjalan selama setahun belakangan dengan berfokus pada peserta didik kelas 3, 4, dan 5.

Meski di awal pembelajaran sebagian besar anak belajar secara otodidak melalui platform seperti YouTube dan TikTok, kehadiran guru sebagai pelatih kini menjadi kunci untuk membenahi teknik dan ekspresi tari agar sesuai dengan kaidah tradisi yang benar.

“Program Batandik tidak hanya menjadi wadah pembelajaran tari, tetapi juga ruang untuk membangun kepercayaan diri, kerja sama serta pemahaman akan jati diri budaya lokal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, tidak hanya peserta didik perempuan, siswa laki-laki pun kini mulai menunjukkan minat, bakat dan kemampuannya menari dengan mengesankan.