KALIMANTANLIVE.COM – Dunia pertambangan kembali berduka. Tambang emas Wachapakazi di Shinyanga, Tanzania, runtuh pada Senin (11/8/2025) dan menjebak puluhan teknisi di dalam terowongan bawah tanah. Hingga Rabu (13/8/2025), tim penyelamat berhasil mengevakuasi empat korban selamat, namun 21 pekerja lainnya masih terkurung dalam kondisi belum diketahui.
Tragedi ini bukan sekadar bencana kerja, melainkan juga alarm keras bagi keselamatan pertambangan di Tanzania. Bahkan, Presiden Samia Suluhu langsung turun tangan memberikan instruksi darurat.
# Baca Juga :Promo Kemerdekaan OPPO: Reno11 Pro 5G Diskon hingga Rp3,5 Juta
# Baca Juga :Kuota Rumah Subsidi untuk Buruh Meledak Jadi 50 Ribu Unit, Ara: “Buruh Makin Dimanjakan!”
# Baca Juga :Solidaritas Membara! Anggota DPRD Kota Bogor Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Dengarkan Pidato Prabowo
1. Korban Selamat Masih Kritis
Petugas berhasil menemukan satu korban lagi dalam keadaan kritis setelah pencarian intensif siang dan malam. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi mengalami luka serius mulai dari patah tulang, trauma kepala, hingga gangguan pernapasan.
2. Insiden Terjadi di Terowongan Bawah Tanah
Runtuhan terjadi saat pekerja melakukan pemeliharaan terowongan. Kompleksitas jalur bawah tanah membuat evakuasi semakin sulit. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar tidak memicu runtuhan susulan.
3. Operasi Penyelamatan 24 Jam Tanpa Henti
Militer, kepolisian, pemadam, dan tim penyelamat bekerja nonstop dengan alat pendeteksi getaran demi mencari tanda-tanda kehidupan. Evakuasi dilakukan di medan sempit dan rapuh, memaksa petugas bergantian siang-malam.
4. Catatan Buram Keselamatan Kerja
Otoritas tambang Tanzania sebelumnya sudah menemukan pelanggaran keselamatan di lokasi ini. Bahkan, sempat ada perintah penghentian operasi sementara. Namun, aktivitas tetap berlanjut hingga akhirnya tragedi ini terjadi.
5. Presiden Turun Tangan
Presiden Samia Suluhu menyampaikan belasungkawa dan langsung memerintahkan Kantor Perdana Menteri, aparat pertahanan, dan layanan darurat untuk terjun ke lokasi. Pemerintah mengerahkan logistik, alat berat, hingga tenaga medis agar evakuasi berjalan cepat.
6. Masyarakat Harap Cemas
Warga Shinyanga ikut menunggu dengan cemas. Dukungan moral dan doa terus mengalir bagi para pekerja yang masih terperangkap. Banyak yang menaruh harapan besar pada langkah cepat pemerintah.







