Salah seorang warga Kotabaru, Robi, menilai pawai ini mengandung banyak manfaat bagi generasi sekarang untuk lebih mengenal suasana kehidupan di masa penjajah yang tanpa penerangan listrik.
“Pawai taptu ini seakan mengingatkan diri kita pada masa-masa perjuangan yang sangat sulit terhadap penerangan listrik, dan melalui kegiatan ini, juga bermanfaat memberi kesadaran bagi generasi sekarang tentang situasi pada masa penjajahan,” katanya.
Selain apel dan pawai taptu, juga digelar apel renungan suci di Taman Makam Pahlawan wadah batuah.
Kalimantanlive.com
Sumber : Diskominfo







