JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia sedang mengalami gejolak besar. Harga yang dulu selangit kini terjun bebas, membuat banyak konsumen kaget sekaligus tergoda. Penurunan harga paling tajam dialami oleh Hyundai Ioniq 5 dan sejumlah model pabrikan asal Tiongkok.
Ioniq 5 Jadi Korban Paling Parah
Menurut Daniel Libianto, pemilik diler mobil bekas Victory 88 di MGK Kemayoran, depresiasi harga mobil listrik tidak hanya menghantam merek Tiongkok, tapi juga produk asal Korea Selatan.
# Baca Juga :Spektakuler! 40 Penyelam Gelar Upacara Bendera di Bawah Laut Lombok Timur, Merinding Dengar Suara Bung Karno
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Pemerintah Siap Tarik Utang Baru Rp 781,9 Triliun pada 2026, Tertinggi Sejak Pandemi
# Baca Juga :Samsung Galaxy S25 FE Siap Mendarat di Indonesia, Bocoran Harga & Spek Bikin Ngiler
# Baca Juga :DINGIN! Momen Rossi & Marquez Papasan di MotoGP Austria Tanpa Sapa, Rivalitas Abadi Kembali Jadi Sorotan
“Ioniq sekarang parah. Dulu tidak ikut persaingan harga, tapi sepertinya tergerus mobil China. Mau tidak mau, strategi pemasarannya mulai nyontek,” ungkap Daniel.
Fakta di lapangan, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range yang baru tahun produksi 2023–2024, kini bisa didapatkan dengan harga Rp 400 jutaan. Padahal, harga barunya masih di atas Rp 844 juta.
BYD, Wuling, hingga Nissan Leaf Turun Drastis
Kondisi serupa juga terjadi pada merek lain. BYD Seal Premium yang harga barunya Rp 639 juta, kini dijual bekas hanya sekitar Rp 400 jutaan. Bahkan, penurunan harga BYD bisa mencapai 40 persen dari harga baru.
Wuling Air ev, mobil listrik mungil yang sempat jadi primadona, kini harga bekasnya hanya Rp 130–170 jutaan untuk produksi 2022–2023. Padahal, harga barunya Rp 184 juta.
Tak kalah mengejutkan, Nissan Leaf yang saat baru dijual Rp 738–744 juta, kini bekasnya bisa ditebus hanya Rp 265 jutaan. Sedangkan Toyota bZ4X yang saat launching dibanderol lebih dari Rp 1 miliar, kini anjlok gila-gilaan jadi Rp 585 juta (kredit) hingga Rp 625 juta (tunai) untuk unit 2024.
Banyak Model Baru, Harga Lama Hancur
Andi Supriadi, pemilik diler Jordy Motor di MGK Kemayoran, menilai fenomena ini wajar.
“Banyak model baru, merek baru, dengan harga lebih murah. Otomatis yang lama pasti hancur harganya,” ujarnya.







