BLORA, KALIMANTANLIVE.COM – Kobaran api dari sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, Jawa Tengah, masih belum berhasil dipadamkan hingga Senin (18/8/2025) pagi. Tragedi ini sudah merenggut tiga nyawa dan memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka.
# Baca Juga :Kebakaran Hutan Terbesar Sejak 1949, Prancis Kehilangan 16.000 Hektare Lahan
# Baca Juga :Malam Dini Hari, Kebakaran Hanguskan 23 Buah Rumah Warga di Pelambuan Banjarmasin
# Baca Juga :Kebakaran Hebat di Jafri Zam-Zam Banjarmasin, 4 Rumah Hangus Termasuk Eks Rumdin TNI
# Baca Juga :Apel Kesiapsiagaan Dalam Rangka Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Pesan Penting Bupati Tanah Laut
Api Membara, Warga Panik Tinggalkan Rumah
Kebakaran bermula Minggu (17/8/2025) pukul 11.30 WIB saat salah satu sumur minyak milik warga tiba-tiba terbakar hebat. Hingga kini, api masih menyala dan asap hitam pekat terus membumbung tinggi ke udara.
Rumah-rumah di sekitar lokasi tampak kosong, ditinggalkan penghuninya. Barang-barang seperti kasur, almari, hingga pakaian berserakan di depan rumah, ditinggalkan pemiliknya dalam kepanikan.
Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang
Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menyebut tiga orang telah meninggal dunia akibat luka bakar.
Tanek (60) meninggal di lokasi kejadian.
Sureni (52) sempat dirawat, namun nyawanya tak tertolong.
Wasini, korban luka bakar 90 persen, meninggal Senin pagi di rumah sakit.
Selain itu, dua korban lain—seorang ibu dan balita—dilarikan ke Yogyakarta untuk perawatan intensif.
Puluhan Warga Mengungsi, Ternak Dievakuasi
Kebakaran semakin mencekam karena lokasi sumur minyak hanya berjarak 10–20 meter dari permukiman padat penduduk. Tim gabungan mengevakuasi 50 kepala keluarga (KK), sebagian ke rumah saudara, sebagian lainnya berlindung di kebun. Hewan ternak milik warga pun ikut diungsikan: 6 sapi dan 3 kambing.
“Rumah rusak berat ada 1, dan rusak sedang 3. Warga terdampak sementara mengungsi,” kata Agung Tri, anggota TRC BPBD Blora.







