Manchester United mematok harga sekitar £30 juta untuk melepas striker berusia 22 tahun itu. Namun, AC Milan dikabarkan lebih memilih skema pinjaman atau kesepakatan transfer dengan biaya yang lebih rendah.
Pelatih Ruben Amorim menegaskan bahwa absennya Højlund dari skuad bukan karena masalah disiplin, melainkan karena pertimbangan taktik.
“Karakteristik Højlund sangat mirip dengan Sesko. Dalam beberapa laga, kami harus memilih salah satu. Ini murni keputusan teknis,” jelas Amorim.
BACA JUGA: Amorim Tetap Puji Penampilan MU Meski Takluk dari Arsenal
Ia juga menekankan bahwa seluruh pemain harus siap memberikan kontribusi, bahkan jika harus memulai dari luar lapangan. Hingga kini, belum ada keputusan final soal masa depan Højlund.
Dengan bursa transfer musim panas yang akan ditutup pada 1 September, kembalinya Højlund ke Serie A menjadi kemungkinan yang patut dicermati, mengingat performa impresifnya bersama Atalanta sebelum hijrah ke Inggris.
Sumber: Antaranews







