Kalimantanlive.com – Gerakan Hamas mengonfirmasi kesediaannya menerima usulan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang diajukan oleh Mesir dan Qatar. Kesepakatan ini diumumkan pada Senin (18/8), di tengah meningkatnya tekanan internasional untuk menghentikan konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
“Gerakan Hamas dan faksi-faksi Palestina telah memberi tahu para mediator tentang persetujuan mereka untuk menerima usulan yang diserahkan kemarin oleh Mesir dan Qatar,” demikian pernyataan resmi Hamas.
Menurut laporan RIA Novosti yang mengutip sumber dari Mesir, kesepakatan tersebut mencakup gencatan senjata selama 60 hari, pembebasan setengah dari jumlah sandera Israel, serta pertukaran dengan tahanan Palestina yang saat ini berada di penjara-penjara Israel.
Selain itu, perjanjian ini juga membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan skala besar ke Jalur Gaza, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak konflik.








