KALIMANTANLIVE.COM – Dunia menahan napas. Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, pewaris takhta Kerajaan Thailand, kini dirawat intensif akibat infeksi darah parah yang menyerang tubuhnya sejak awal Agustus.
Dalam pernyataan resmi terbaru yang dirilis Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, Jumat (15/8/2025), kondisi sang putri disebut masih kritis. Tim medis terus memantau ketat dan menggunakan alat bantu untuk mendukung fungsi paru-paru dan ginjal.
# Baca Juga :Royalti Musik Bikin Heboh! Pemerintah Tegaskan Pengunjung Kafe & Resto Tak Kena Bayar
# Baca Juga :Cek Sertifikat Tanah Online, Gak Perlu ke Kantor BPN! Ini Cara Mudahnya
# Baca Juga :TikTok PHK 150 Moderator Konten! Diganti AI, Serikat Pekerja Ngamuk
# Baca Juga :Gaji DPR Tembus Rp 3 Juta per Hari? Dibanding UMP, Jomplang Banget!
Kronologi Kritis: Pingsan Saat Latihan Anjing, Dirawat Sejak 2022
Putri Bajrakitiyabha, 46 tahun, dilarikan ke Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn pada 15 Desember 2022 setelah pingsan saat melatih anjing peliharaan di Distrik Pak Chong. Sejak itu, ia menjalani perawatan intensif dan belum pulih sepenuhnya.
Pada Sabtu (9/8/2025), dokter mendeteksi infeksi darah parah dan segera memberikan obat untuk menstabilkan tekanan darahnya.
Diplomasi & Hukum: Sang Putri Bukan Sekadar Figur Kerajaan
Putri Bajrakitiyabha dikenal luas di dunia hukum dan diplomasi. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria dan memegang posisi penting di PBB dalam bidang kejahatan lintas negara dan reformasi hukum pidana.
Sebagai putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn dan Putri Soamsawali, Bajrakitiyabha dipandang sebagai figur strategis dalam monarki modern Thailand.







