Kalimantanlive.com – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (19/8), seiring meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan pidato bernuansa hawkish dari Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam sejumlah agenda penting pekan ini.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan arah kebijakan suku bunga AS yang lebih ketat.
“Rupiah diperkirakan akan terus melemah terhadap dolar AS yang rebound, dipicu ekspektasi pidato hawkish Powell dalam risalah FOMC dan Simposium Jackson Hole,” ujar Lukman di Jakarta, Selasa.
BACA JUGA: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS Naik, Antam Turun, Galeri24 Stabil
Pidato Powell akan menjadi sorotan utama dalam dua agenda penting:
-
Risalah FOMC (Federal Open Market Committee), Kamis (21/8)
-
Simposium Jackson Hole, 21–23 Agustus 2025
Meski CME FedWatch Tool menunjukkan 83 persen peluang bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan September, pelaku pasar tetap bersikap antisipatif terhadap potensi sinyal hawkish sebagai bentuk kehati-hatian terhadap inflasi yang membandel.










