Kalimantanlive.com – Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menekankan pentingnya percepatan akses dan integrasi data untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN), di mana ia menyebut bahwa data yang akurat dan terintegrasi menjadi fondasi utama agar program MBG tepat sasaran, efektif, dan akuntabel.
“Percepatan integrasi data adalah kunci agar MBG dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memberi dampak nyata,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/8).
BACA JUGA: Rupiah Melemah, Dolar Menguat Usai S&P Pertahankan Peringkat Kredit AS
Program MBG merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Tujuannya adalah memperbaiki status gizi anak-anak, mengurangi stunting, dan memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Bappenas bersama BGN dan BPS telah mengembangkan dashboard monitoring dan evaluasi MBG, yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan program secara real-time menggunakan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), analitik prediktif, dan deteksi anomali.










