Menurutnya, apel kesiapsiagaan tersebut merupakan sinergi dan kolaborasi serta bagian dari upaya terpadu menghadapi ancaman karhutla yang kerap melanda wilayah Tabalong terutama saat musim kemarau.
Hal itu mengingat karena bencana tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, kerugian ekonomi serta persoalan sosial yang luas.
Berdasarkan prakiraan BMKG puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober 2025 dengan potensi kemarau yang lebih panjang dari biasanya.
“Oleh sebab itu, kesiapsiagaan sejak dini adalah kunci agar Tabalong tetap aman, nyaman dan sejahtera,” ujar Bupati.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







