Mengejutkan! Balita Sukabumi Meninggal Tubuh Dipenuhi Cacing, RSUD Syamsudin Ungkap Fakta Mengekam

SUKABUMI, KALIMANTANLIVE.COM – Tragis sekaligus mengerikan! Seorang balita perempuan berinisial R (3) asal Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Fakta ini membuat publik geger setelah pihak RSUD R Syamsudin SH buka suara.

R masuk ke IGD pada 13 Juli 2025 malam dalam kondisi tak sadarkan diri. Menurut keterangan pihak rumah sakit, balita malang itu sudah koma sehari sebelum dibawa.

# Baca Juga :GEGER! Ahmad Dhani Bongkar Aturan Baru Konser Musik: Izin Komposer 5 Tahun, Bayar Lagu Cuma 1 Persen Honor Penyanyi

# Baca Juga :Rival Bongkar Rahasia! Begini Alasan Marc Marquez Tak Tersentuh di MotoGP 2025

# Baca Juga :VIRAL! Penjara di Norwegia Ini Mirip Hotel Bintang Lima, Tahanan Hidup Mewah dengan TV Layar Datar & Pemandangan Hutan

# Baca Juga :BREAKING NEWS! 4 Pemain Timnas Indonesia Cedera Jelang FIFA Matchday, Satu Nama Comeback Jadi Kabar Gembira

“Pasien datang dalam keadaan syok berat akibat kekurangan cairan. Saat di IGD, tiba-tiba keluar cacing dari hidungnya. Dari situlah kami menduga ada infeksi parasit berat,” ungkap dr. Irfan, Humas RSUD Syamsudin, Selasa (19/8/2025).

Infeksi Cacing Menyebar ke Otak

Hasil pemeriksaan menunjukkan R mengalami askariasis parah, infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang yang biasa hidup di tanah. Telur cacing masuk melalui makanan, minuman, atau tangan yang kotor, lalu menetas di usus dan menyebar lewat aliran darah ke organ vital.

“Larva cacing bisa sampai ke paru-paru, bahkan ke otak. Itu sebabnya pasien bisa tidak sadar. Kasus R termasuk langka karena jumlah cacing di tubuhnya sangat banyak,” jelas dr. Irfan.

Keluarga R tinggal di rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya. Diduga, kebiasaan bermain tanpa alas kaki menjadi faktor utama infeksi.

Diduga Disertai TB Meningitis

Lebih memilukan, balita ini juga diduga mengalami komplikasi tuberkulosis meningitis, mengingat kedua orang tuanya sedang menjalani pengobatan TB paru.

“Kemungkinan penyebab kematian kombinasi infeksi cacing dan TB. Saat datang, kondisinya sudah sangat terlambat ditangani. Obat cacing yang kami berikan tidak bekerja optimal,” tambah dr. Irfan.

Setelah sempat mendapat perawatan intensif di ruang PICU, R akhirnya mengembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB.