Tahun 2023 tercatat sebagai tahun paling mematikan bagi komunitas kemanusiaan global, dengan 420 pekerja kemanusiaan kehilangan nyawa akibat kekerasan. Angka ini meningkat drastis sebesar 169 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 248 kematian.
Tren ini bahkan terus memburuk hingga 2025. Hingga 17 Agustus, tercatat 844 pekerja kemanusiaan tewas, menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi di medan konflik.
Wilayah konflik seperti Gaza, Sudan, dan Sudan Selatan menjadi titik paling berbahaya. Sejak Oktober 2023, lebih dari 250 pekerja kemanusiaan tewas di Gaza. Sementara itu, kekerasan di Sudan dan Sudan Selatan juga terus memakan korban dari kalangan kemanusiaan.
BACA JUGA: Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza, Kesepakatan Didorong Mesir dan Qatar
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menekankan bahwa para pekerja kemanusiaan adalah “garis hidup terakhir” bagi lebih dari 300 juta orang yang terdampak konflik dan bencana di seluruh dunia. Namun, ia juga menyuarakan keprihatinan atas menurunnya pendanaan serta meningkatnya ancaman terhadap keselamatan mereka.
“Hukum internasional sangat jelas: pekerja kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi. Mereka tidak boleh menjadi sasaran serangan,” tegas Guterres.







