“Pasar menantikan apakah Powell menganggap dampak inflasi dari tarif sebagai efek jangka pendek atau berkelanjutan. Apalagi dengan tekanan politik dari Presiden Trump, arah kebijakan The Fed jadi sorotan,” tambah Lukman.
Sementara dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25 persen.
BACA JUGA: Pasar Tunggu Arah The Fed, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar
Pada pembukaan perdagangan Rabu (19/8), rupiah melemah 57 poin (0,35%) menjadi Rp16.302 per dolar AS, dibanding posisi sebelumnya di Rp16.245.
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.150 hingga Rp16.300 per dolar AS dalam waktu dekat, tergantung pada arah kebijakan The Fed dan stabilitas pasar global.
Sumber: Antaranews







