Kalimantanlive.com – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah lembaga pemeringkat kredit S&P Global mempertahankan peringkat kredit AS di level AA+, yang memperkuat posisi dolar.
“Keputusan S&P mendukung penguatan dolar AS dan memberi tekanan pada rupiah,” ujar analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (19/8).
BACA JUGA: Rupiah Melemah Jelang Pidato “Hawkish” Ketua The Fed Jerome Powell
S&P menyatakan bahwa kredit AS tetap kuat meski menghadapi tekanan fiskal dari kebijakan pemotongan pajak, berkat pendapatan dari tarif yang dinilai cukup untuk menyeimbangkan anggaran.
Mengutip Anadolu, pendapatan tarif AS meningkat signifikan sejak awal 2025. Setelah Trump kembali menjabat, tarif menghasilkan:
-
Januari: 7,3 miliar dolar AS
-
Februari: 7,2 miliar dolar AS
-
Maret: 8,2 miliar dolar AS







