Tangis 1.000 Lilin! Warga Nagekeo Tuntut Keadilan untuk Prada Lucky Namo yang Diduga Tewas Dianiaya Senior

KUPANG, KALIMANTANLIVE.COM – Malam di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, berubah menjadi lautan cahaya dan air mata. Ratusan warga dari berbagai penjuru berkumpul di Lapangan Berdikari, Danga, Selasa (19/8/2025) malam, dalam Aksi 1.000 Lilin untuk mengenang sekaligus menuntut keadilan bagi almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo.

Prada Lucky, prajurit muda yang dikenal dekat dengan masyarakat, meninggal dunia dengan dugaan kuat akibat penganiayaan oleh seniornya. Tragedi ini memicu gelombang duka dan kemarahan masyarakat Nagekeo yang merasa kehilangan sekaligus ditantang harga dirinya.

# Baca Juga :HEBOH! Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik Lagi? Ini Penjelasan Resmi dari BPJS

# Baca Juga :Geger! DPR Terima Tunjangan Perumahan Rp 50 Juta per Bulan, Wajar atau Keterlaluan?

# Baca Juga :Disparpora Kotabaru Juara Pertama Pawai Karnaval Katagori SKPD

# Baca Juga :Sederet Musisi Terkenal akan Meriahkan FBS Kotabaru Tahun 2025

Cahaya Lilin Jadi Simbol Harapan

Dengan tema “Dari Tana Mbay Ustak Nusantara: Keadilan untuk Prada Lucky”, warga menyalakan ribuan lilin sebagai simbol solidaritas, penghormatan, dan doa agar kebenaran segera ditegakkan.

Ketua Forum Pemuda NTT Nagekeo, Agustinus Bebi Daga, menegaskan ada lima alasan utama mengapa aksi ini digelar:

Penghormatan Terakhir – Aksi ini menjadi cara paling bermakna untuk mengenang Prada Lucky di tanah pengabdian terakhirnya.

Solidaritas Lokal – Lilin yang menyala melambangkan persatuan lintas desa hingga diaspora Nagekeo.

Harga Diri Daerah – Pesan kuat bahwa masyarakat tidak akan diam ketika warganya diperlakukan tidak adil.

Budaya dan Nilai Lokal – Bagi masyarakat NTT, penghormatan pejuang selalu dimulai dari tanah asalnya.

Dukungan untuk Keluarga – Cahaya lilin juga menjadi pelukan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

Doa, Tangis, dan Seruan Moral

Aksi yang berlangsung khidmat itu diwarnai doa bersama, orasi moral, hingga tangisan keluarga dan warga. Tokoh agama, tokoh pemuda, hingga organisasi kepemudaan bergantian menyampaikan pesan agar kasus kematian Prada Lucky diusut secara transparan, adil, dan akuntabel.

Di tengah gelapnya malam, cahaya lilin yang berpendar seolah menjadi simbol bahwa meski duka begitu pekat, harapan keadilan tidak boleh padam.

“Ini bukan hanya duka keluarga, tetapi duka seluruh masyarakat Nagekeo. Prada Lucky adalah anak Tana Mbay, dan kami akan terus bersuara sampai keadilan ditegakkan,” ujar salah satu tokoh pemuda.