Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, Kabinet Keamanan Israel dijadwalkan akan bersidang pada Kamis (21/8) untuk menyetujui rencana pendudukan penuh atas Kota Gaza.
Sementara itu, pembicaraan tidak resmi mengenai pertukaran sandera masih berlangsung. Netanyahu dilaporkan kurang tertarik pada kesepakatan parsial yang telah disetujui Hamas, namun belum sepenuhnya menutup pintu negosiasi.
“Bagi Netanyahu, pendudukan Kota Gaza bisa menjadi alat tawar untuk memaksa Hamas menerima kesepakatan komprehensif sesuai syarat Israel: pelucutan senjata Hamas, pengasingan pemimpinnya, dan pengucilan kelompok tersebut dari pemerintahan Gaza di masa depan,” tulis laporan media Israel itu.
BACA JUGA: Israel Bersiap Duduki Kota Gaza, Meski Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata
Media Channel 14 juga melaporkan bahwa militer Israel telah mulai beroperasi di pinggiran Kota Gaza, termasuk wilayah Zeitoun dan Jabalia, sebagai langkah awal sebelum serangan penuh. Divisi ke-98 IDF juga disebut akan kembali dikerahkan ke Gaza, sehingga total ada lima divisi yang akan terlibat dalam operasi ini.
Kabinet Keamanan pada Kamis akan memutuskan apakah melanjutkan jalur diplomatik atau sepenuhnya meluncurkan operasi militer darat.







