Pamor Borneo 2025 Resmi Dibuka, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan

Kedua, one-on-one meeting antara pemilik proyek dan investor potensial untuk menjajaki peluang kerja sama langsung yang dilanjutkan dengan site visit proyek investasi yang ditawarkan, guna merealisasikan minat investasi daerah.

Tidak hanya soal perdagangan dan investasi, Pamor Borneo juga memberi ruang luas untuk memperkuat pariwisata Kalimantan. Melalui pameran wisata, pengunjung bisa menjelajahi ragam potensi destinasi unggulan, sekaligus merasakan pengalaman langsung lewat kunjungan ke Geopark Meratus yang kini satu dari duabelas UNESCO Global Geoparks di Indonesia.

Menjelang digelarnya Pamor Borneo 2025, sejumlah capaian penting telah lebih dulu diraih melalui rangkaian kegiatan pre-event di dua pilar Utama yaitu perdagangan dan investasi.

Dari pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM telah diinisiasi sejak pertengahan tahun 2025 lewat business matching. Upaya ini membuahkan hasil nyata berupa kerja sama ekspor dengan perusahaan Singapura senilai Rp 8,1 miliar di sektor makanan dan minuman, serta Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Thailand senilai Rp 6,3 miliar untuk sektor fesyen. Capaian tersebut membuktikan bahwa produk unggulan Banua telah mampu menembus pasar global dengan kualitas yang kompetitif.

Sementara itu, pada pilar investasi, langkah memperluas basis investor luar negeri juga menghasilkan peluang signifikan. RIRU Intan Kalsel berhasil mengamankan LoI senilai Rp 152 miliar dalam ajang World Expo Osaka 2025 untuk proyek pengolahan limbah medis dan budidaya ikan bandeng terintegrasi.