Momentum positif ini berlanjut dengan penandatanganan LoI oleh Atoll Bay Partners, perusahaan asal Singapura, pada 20 Agustus 2025. Proyek yang difokuskan pada pengolahan limbah medis di TPAS Regional Banjarbakula tersebut berpotensi menyerap investasi sebesar Rp12,57 miliar.
Rangkaian capaian pra-event ini menjadi fondasi kokoh sekaligus sinyal optimisme bahwa selama pelaksanaan Pamor Borneo 2025, peluang yang lebih besar dapat terus terwujud.
Dengan daya saing produk UMKM yang terbukti menembus pasar internasional, serta meningkatnya minat investor terhadap potensi Kalimantan Selatan, Pamor Borneo diharapkan menjadi katalis akselerasi perdagangan dan investasi Banua di kancah global.
Pamor Borneo 2025 menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, BI, dunia usaha, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang semakin solid dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing perdagangan, menyelesaikan hambatan investasi dan mengembangkan pariwisata, maka harapan Kalimantan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Asta Cita dapat tercapai.
Sumber: rilis BI







