PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Tantangan lapangan untuk mengajar di sekolah pedalaman Provinsi Kalimantan Tengah dinilai lebih berat dibandingkan tenaga guru ayng emngajar di perkotaan.
Sebab itu, pemerintah sudah selayaknya lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga guru yang mengabdikan dirinya untuk mengajar di sekolah yang ada di pelosok Kalteng.
Hal itu diungkapkan, Hero Harapanno Mandouw, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah yang menyoroti tenaga guru yang mengajar di daerah pelosok Kalteng, Kamis (21/8/2025).
Menurut Anggota DPRD Kalteng asal Sampit Kotawaringin Timur ini, tantangan di lapangan untuk guru di pedalaman jauh lebih besar dibandingkan guru di perkotaan.
Diungkapkan dia, tantang yang dimaksud mulai dari keterbatasan fasilitas, akses transportasi, hingga kondisi sosial masyarakat yang ada di pedalaman Kalteng.
Kondisi tersebut kata dia, harusnya jadi perhatian serius pemerintah, karena jika soal kebutuhan dasar dan insentif tidak dipenuhi.
Baca Juga :Waket DPRD Kalteng Dorong Program Sosialisasi Penggunaan Internet Sehat di Sekolah dan Masyarakat
“Jangan sampai malah banyak guru yang akan mengajukan mutasi ke kota,” ujarnya. Tentu saja kata dia, hal ini tersebut nantinya akan menghambat pemerataan pendidikan.
Baca Juga :Rapat Paripurna ke-18 Bahas KUA PPAS, Ketua DPRD Kalteng Sebut Jadi Pedoman APBD Tahun 2026
Hero mendorong agar pemerintah memberikan pendampingan berkelanjutan serta penghargaan yang layak untuk guru yang mengajar di daerah pelosok tersebut.
Diungkapkan dia, dengan adanya penghargaan tersebut diharapkan para guru merasa didukung dan tetap memiliki semangat tinggi dalam mendidik generasi penerus bangsa.
“ Hal ini juga harus dijalankan dengan komitmen untuk jangka panjang, tentunya agar semangat mengajarnya terus menyala,” ujarnya lagi.







