Ito bukan lawan yang mudah. Petenis berusia 21 tahun itu mencatat kemenangan mengejutkan atas Jasmine Paolini (peringkat 8 dunia) di WTA 1000 Montreal, dan mengalahkan Anastasia Pavlyuchenkova di Cincinnati.
Sementara itu, Janice juga dalam performa terbaiknya. Ia menjadi runner-up di turnamen ITF W75 Lexington dan ITF W100 Landisville secara beruntun bulan ini.
BACA JUGA: Pelita Jaya dan Hangtuah Raih Tiga Kemenangan Beruntun di IBL All Indonesian 2025
Berkat performa tersebut, ia kini bertengger di peringkat 147 dunia dan menjadi petenis Indonesia pertama dalam Top 150 WTA sejak era Angelique Widjaja.
Janice lolos ke kualifikasi US Open setelah masuk Top 200 WTA. Ia bahkan dinobatkan sebagai ITF Player of the Month untuk Mei dan Juni, berkat rekor 42 set tak terkalahkan.
Pertemuan Janice dan Ito diprediksi berlangsung sengit. Ito agresif dengan backhand slice dan forehand tinggi, sementara Janice dikenal dengan permainan kombinatif dan slice presisi ala idolanya, Ashleigh Barty.







