JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus penculikan yang berujung maut kembali mengguncang publik. Seorang Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN berinisial MIP (37) diculik usai menghadiri rapat bersama rekan kerjanya di Supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu malam (21/8/2025).
Menurut AKP Charles Bagaisar, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, korban sempat keluar rapat dengan kondisi santai. Namun nahas, saat berada di area parkir, ia disergap dan dipaksa masuk ke dalam mobil putih yang terparkir tepat di sebelah kendaraannya.
# Baca Juga :Sadis! Detik-Detik Kacab Bank BUMN Diculik di Pasar Rebo, Ditemukan Tewas Terikat di Sawah Bekasi
# Baca Juga :Jadwal Libur Panjang September–Desember 2025, Catat Tanggalnya Biar Nggak Ketinggalan Healing
# Baca Juga :Mengerikan! Detik-Detik Jet Tempur F/A-18D Malaysia Meledak Usai Lepas Landas, Langit Kuantan Diselimuti Api
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Harga Emas Pegadaian 22 Agustus 2025 Melonjak Tajam: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Naik!
“Korban habis meeting kantor bersama teman-teman kantornya. Dari interogasi awal, para pelaku sudah mengaku mengambil korban dari supermarket di Pasar Rebo,” ungkap Charles, Jumat (22/8/2025).
Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Penculikan
Video CCTV memperlihatkan MIP mengenakan kemeja batik cokelat lengan pendek dan celana panjang krem. Ia berjalan sambil menutupi kepala dengan tangan kiri, berusaha menghindari rintik hujan.
Namun saat hendak membuka pintu mobil hitam miliknya, tiba-tiba beberapa orang keluar dari mobil putih di sampingnya. Korban sempat berusaha melawan, tetapi kalah jumlah. Ia dipaksa masuk ke mobil tersebut yang langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
Seorang saksi mata sempat melihat kejadian itu, namun tak sempat menolong karena aksi berlangsung begitu cepat.
Jasad Korban Dibuang di Sawah Bekasi
Keesokan paginya, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB, warga yang sedang menggembala sapi menemukan jasad MIP di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Kondisi korban sangat mengenaskan:
Tangan dan kaki terikat
Mata dililit lakban
Tubuh penuh luka lebam







