SAMPIT, Kalimantanlive.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur atau BPBD Kotim, Kalimantan Tengah, hingga, Sabtu(23/8/2025) terus melakukan antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Upaya antisipasi ancaman Karhutla tersebut, BPBD Kotim semakin intens dalam menjalin komunikasi dengan para relawan dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Bukan hanya itu, dalam rangka mengantisipasi Karhutla tersebut BPBD Kotim juga intens melakukan pemantauan didaerah yang selama ini masuk kategori rawan terjadi karhutla.
Berdasarkan informasi BPBD Kotim, hingga saat ini titik panas atau hotspot masih nihil, karena belum terdeteksi adanya hotspot dilapangan maupun melalui satelit.
Informasi Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, pihaknya saat ini lebih fokus pada menjalin komunikasi dengan tim di lapangan sebagai upaya pencegahan Karhutla di Kotim.
Dikatakan dia, saat ini cuaca panas sangat terasa siang hari, namun wilayah Kotim masih diguyur hujan.
“Memang sifatnya hanya berupa hujan lokal yang intensitasnya pun tergolong ringan saja,” ujarnya.
Meski begitu dia menegaskan, pihaknya tetap intens melakukan pemantauan di lapangan dan tetap waspada meskipun kondisi masih terkendali.
Dia menegaskan, ada beberapa titik rawan Karhutla di Kotim yakni Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Utara, dan Mentaya Hilir Selatan.
Baca Juga :Hadiri Apel Siaga Karhutla Tahun 2025, Wabup Kotim Irawati Minta Masyarakat Tidak Membakar Lahan
Menurut dia, sejumlah titik yang sering terjadi kebakaran lahan saat musim kemarau tersebut akan fokus untuk dipantau agar tidak terjadi kebakaran lahan.
Ditegaskan Mantan Kadiskominfo Kotim ini, petugas aktif diturunkan langsung ke lapangan bersama para MPA untuk melakukan pemantauan titik rawan kebakaran.
Saat ini kondisi masih aman, tidak terpantau adanya Karhutla, ini sebagai upaya antisipasi sebelum masuk musim kemarau yang rawan Karhutla,” ujarnya.
Sebelumnya, Wabup Kotim Irawati, saat menghadiri Apel Siaga dan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla ,
menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan lainnya.










