Kalimantanlive.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin serius menggarap energi terbarukan. Hingga 21 Agustus 2025, perusahaan telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 66 titik strategis—mulai dari stasiun hingga balai yasa—dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.189 kWp.
Langkah ini menghemat biaya listrik KAI sebesar Rp1,86 miliar hingga Rp2,53 miliar per tahun, sekaligus menekan emisi karbon hingga 1.400 ton CO₂ per tahun. Emisi yang berhasil ditekan ini setara dengan menanam lebih dari 60 ribu pohon.
BACA JUGA: IHSG Dibuka Menguat 12,20 Poin ke Level 7902,92
“KAI ingin menghadirkan transportasi ramah lingkungan, tak hanya dari layanan kereta api tapi juga dari sisi operasional internal. Pemanfaatan PLTS adalah bagian penting dari komitmen tersebut,” kata Anne Purba, VP Public Relations KAI, di Jakarta, Minggu (23/8).
Dengan rata-rata produksi energi sekitar 1.400 kWh per kWp per tahun, PLTS KAI diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 1,66 juta kWh per tahun. Ini menjadi kontribusi nyata terhadap pengurangan konsumsi energi fosil di sektor transportasi nasional.







