Kalimantanlive.com – Bencana kelaparan yang kini melanda Jalur Gaza memunculkan kembali perdebatan sengit mengenai tanggung jawab moral komunitas internasional. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyebut krisis ini sebagai bentuk nyata dari “kegagalan kemanusiaan global.”
Berbicara lantang, Guterres menegaskan bahwa kelaparan yang menjerat jutaan warga Gaza bukan disebabkan oleh bencana alam seperti kekeringan atau cuaca ekstrem, melainkan hasil dari kebijakan manusia yang disengaja—khususnya pembatasan bantuan dan akses pangan di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Jumlah Jurnalis Tewas di Gaza Capai 240, Jadi Konflik Paling Mematikan bagi Media
“Ini adalah bencana buatan manusia,” ujar Guterres, mengkritik keras kebijakan Israel yang menurutnya telah menghalangi pengiriman bantuan ke Gaza.
Nada serupa disampaikan oleh Volker Türk, Kepala Komisi HAM PBB, yang menyebut kondisi kelaparan saat ini sebagai “konsekuensi langsung dari tindakan pemerintah Israel.”
Sementara itu, Philippe Lazzarini, Komisioner Jenderal UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, bahkan menyebut krisis ini sebagai “kelaparan yang disengaja.” Pernyataan-pernyataan tegas dari tiga tokoh utama PBB itu mencerminkan kecemasan internasional terhadap memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.







